"\n\tBATULICIN \u2013 Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu<\/strong> terus menaruh perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting. Untuk menilai capaian program, Tim Aksi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS)<\/strong> Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) konvergensi stunting semester I tahun 2026 di tingkat kecamatan.<\/p>\nKegiatan berlangsung pada 18\u201320 Agustus 2026 di 12 kecamatan dengan melibatkan SKPD terkait, Tenaga Ahli Pendamping Desa, Puskesmas, Balai Penyuluh KB, serta pemerintah kecamatan.<\/p>\nMonev diawali di Aula Kecamatan Simpang Empat, Selasa (18\/8), dipimpin Kepala Bidang PPM Bappedalitbang Tanah Bumbu, Sri Rahayu, SE, MM.<\/p>\n<\/p>\nIa menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membina TPPS Kecamatan Tahun 2026, sekaligus mengevaluasi pelaporan kinerja melalui web aksi konvergensi stunting Bina Bangda, serta menyusun rencana kerja OPD terkait untuk semester II.<\/p>\n\n\n<\/h4>\n<\/p>\nDalam evaluasi, disampaikan 14 indikator capaian intervensi spesifik stunting yang mencakup remaja putri, ibu hamil, dan balita. Beberapa wilayah puskesmas seperti Pulau Tanjung, Karang Bintang, dan Batulicin 1 masih memerlukan intervensi tambahan. Sebaliknya, Puskesmas Mantewe dan Simpang Empat menunjukkan keberhasilan menekan angka prevalensi stunting.<\/p>\n<\/p>\nMeski demikian, sejumlah indikator masih di bawah target, seperti konsumsi tablet tambah darah\/MMS ibu hamil dan pemberian PMT bagi ibu hamil KEK. Namun terdapat capaian yang melampaui target, antara lain: Skrining anemia remaja putri mencapai 97,81% (target 19,91%), Konsumsi tablet tambah darah remaja putri 84,78% (target 77%), Pemeriksaan kehamilan, (ANC 6x) 44,9% (target 41%), ASI eksklusif 77,52% (target 76%), dan MP-ASI (6\u201323 bulan) 92,71% (target 79%).<\/p>\n<\/p>\nSelain itu, pemerintah kecamatan diwajibkan mengorkestrasi 31 indikator intervensi spesifik dan sensitif secara terintegrasi, melakukan sinkronisasi siklus aksi konvergensi, serta memastikan tata kelola input data pada platform Web Aksi Bina Bangda berjalan optimal. (ags\/rel)<\/p>\n\n \n<\/div>\r\n\t\t\t\t\twindow.fbAsyncInit = function() {\r\n\t\t\t\t\t\tFB.init({\r\n\t\t\t\t\t\t\tappId : '348280475330978',\r\n\t\t\t\t\t\t\tautoLogAppEvents : true,\r\n\t\t\t\t\t\t\txfbml : true,\r\n\t\t\t\t\t\t\tversion : 'v3.0'\r\n\t\t\t\t\t\t});\r\n\r\n\t\t\t\t\t\tvar penciCommentCallback = function ( response ) {\r\n\t\t\t\t\t\t\tjQuery.ajax( {\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\ttype: 'GET',\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tdataType: 'json',\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\turl: 'https:\/\/mc.tanahbumbukab.go.id\/wp-admin\/admin-ajax.php',\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tdata: {\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\taction: 'penci_clear_fbcomments',\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tpost_id: ''\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t}\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t}\r\n\t\t\t\t\t\t\t)\r\n\t\t\t\t\t\t};\r\n\r\n\t\t\t\t\t\tFB.Event.subscribe( 'comment.create', penciCommentCallback );\r\n\t\t\t\t\t\tFB.Event.subscribe( 'comment.remove', penciCommentCallback );\r\n\t\t\t\t\t};\r\n\t\t\t\t\t(function ( d, s, id ) {\r\n\t\t\t\t\t\t\tvar js, fjs = d.getElementsByTagName( s )[0];\r\n\t\t\t\t\t\t\tif ( d.getElementById( id ) ) {\r\n\t\t\t\t\t\t\t\treturn;\r\n\t\t\t\t\t\t\t}\r\n\t\t\t\t\t\t\tjs = d.createElement( s );\r\n\t\t\t\t\t\t\tjs.id = id;\r\n\t\t\t\t\t\t\tjs.src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&version=v3.0&appId=348280475330978&autoLogAppEvents=1\";\r\n\t\t\t\t\t\t\tfjs.parentNode.insertBefore( js, fjs );\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t\twindow.fbAsyncInit = function () {\r\n\t\t\t\t\t\t\t\tFB.init( {\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tappId: '348280475330978',\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tautoLogAppEvents: true,\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\txfbml: true,\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tversion: 'v3.0'\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t} );\r\n\t\t\t\t\t\t\t};\r\n\r\n\t\t\t\t\t\t}( document, 'script', 'facebook-jssdk' ));\r\n\t\t\t\t<\/script><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>"