"BPJS Ketenagakerjaan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan yang masuk dalam kategori mustahik. Melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), program ini akan membiayai kepesertaan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja sektor informal yang memiliki keterbatasan ekonomi.\r\n\r\nKolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pengelolaan dana sosial keagamaan dengan sistem perlindungan sosial nasional. Dengan perlindungan ini, pekerja rentan tidak hanya memperoleh bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga memiliki jaring pengaman ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.\r\n\r\nPimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan masih banyak pekerja sektor informal seperti guru ngaji, marbot, pedagang kecil, petani, nelayan, pengemudi, hingga pekerja harian yang belum mampu membayar iuran jaminan sosial secara mandiri sehingga belum memperoleh perlindungan.\r\n\r\n\u201cApabila pekerja tersebut termasuk dalam kategori mustahik, maka sudah menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan kita untuk membantu memberikan perlindungan kepada mereka,\u201d ucap Idy.\r\n\r\nMenurutnya, melalui kerja sama tersebut, dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen perlindungan sosial yang mampu menjaga ketahanan ekonomi keluarga mustahik ketika risiko terjadi.\r\n\r\nIa menjelaskan, inisiatif tersebut telah memperoleh landasan syariah melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 102 Tahun 2025 yang memperbolehkan penyaluran dana infak dan sedekah, bahkan dana zakat untuk fakir dan miskin apabila diperlukan, guna membiayai kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.\r\n\r\n\u201cFatwa MUI ini memberikan landasan syariah yang jelas bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjadi salah satu bentuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi pekerja rentan beserta keluarganya,\u201d tegas Idy.\r\n\r\nSebagai tindak lanjut, BAZNAS RI menetapkan bantuan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai salah satu program prioritas. Pada tahap awal tahun ini, BAZNAS RI menargetkan pembiayaan kepesertaan bagi 100 ribu pekerja rentan, sekaligus mendorong seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten\/Kota untuk memperluas implementasi program melalui koordinasi dengan kantor BPJS Ketenagakerjaan di daerah. Hingga saat ini, BAZNAS daerah telah memberikan perlindungan kepada sekitar 45 ribu pekerja rentan.\r\n\r\nDirektur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama BAZNAS merupakan bentuk nyata sinergi lintas lembaga dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja yang selama ini sulit dijangkau.\r\n\r\n\u201cKolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pekerja rentan, khususnya yang termasuk kategori mustahik, tetap memperoleh hak atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,\u201d ucapnya.\r\n\r\nAgung menilai pemanfaatan dana ZIS sebagai pembiayaan kepesertaan merupakan inovasi sosial yang mampu mempercepat perluasan cakupan perlindungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja. Hal tersebut juga sejalan dengan strategi 3C (Coverage, Care, dan Credibility) BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dalam memperluas jangkauan perlindungan melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.\r\n\r\n\u201cIni contoh BAZNAS RI dan BPJS Ketenagakerjaan berjalan bersama. Diharapkan ke depan, ini akan menjadi model pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang semakin akuntabel, produktif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi seperti ini, perlindungan jaminan sosial diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pekerja rentan sekaligus memperkuat kesejahteraan pekerja Indonesia beserta keluarganya,\u201d tutup Agung.\r\n\r\nSementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Vina Dwina Yuskin, menyambut baik penguatan sinergi antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya memperluas perlindungan bagi pekerja rentan, khususnya masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik.\r\n\r\n\u201cKolaborasi antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan langkah nyata dalam menghadirkan perlindungan sosial yang lebih inklusif dan menjangkau kelompok pekerja yang memiliki keterbatasan ekonomi. Melalui pemanfaatan dana ZIS, pekerja rentan yang sebelumnya belum mampu membayar iuran secara mandiri dapat memperoleh perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dan risiko meninggal dunia,\u201d ujar Vina.\r\n\r\nVina menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin siap memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Tanah Bumbu serta para pemangku kepentingan di daerah untuk memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.\r\n\r\n\u201cKami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat dan diimplementasikan secara optimal di daerah. Dengan kolaborasi yang baik, semakin banyak pekerja rentan yang dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat semakin meningkat,\u201d pungkas Vina."