"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nDinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan edukasi pengurangan risiko bencana bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) MP 20 Banjarbaru yang berlokasi di Sentra Budi Luhur. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan menyasar sekitar 80 peserta, tidak hanya siswa, tetapi juga tenaga pendidik dan pengelola asrama.<\/p>\n\n\n\nKepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan M. Farhanie melalui Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya kebakaran dan gempa bumi.<\/p>\n\n\n\n\u201cAnak-anak di Sekolah Rakyat ini berada di lingkungan asrama selama 24 jam, sehingga penting bagi mereka untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana, baik bencana alam seperti gempa bumi maupun bencana sosial seperti kebakaran,\u201d ujar Achmadi, Banjarbaru, Rabu (8\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\nIa menjelaskan, dalam kegiatan tersebut peserta diberikan pemahaman terkait jalur evakuasi, titik kumpul, serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Selain itu, pihaknya juga telah memasang rambu-rambu evakuasi, termasuk penanda yang dapat terlihat dalam kondisi gelap, sebagai bagian dari upaya mitigasi di lingkungan sekolah.<\/p>\n\n\n\nTidak hanya itu, peserta juga diedukasi mengenai potensi bencana akibat kondisi cuaca ekstrem, seperti kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena Godzilla El Nino. Dalam situasi tersebut, risiko kebakaran meningkat sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan, termasuk penggunaan peralatan listrik yang aman.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami juga mengingatkan agar tidak menggunakan perangkat listrik dengan kualitas rendah yang berpotensi memicu kebakaran, serta pentingnya segera menyelamatkan diri tanpa kembali mengambil barang saat kondisi darurat,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\nAchmadi juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan melalui penyediaan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar seperti obat-obatan, dokumen penting, senter, dan perlengkapan darurat lainnya.<\/p>\n\n\n\nSelain siswa, kegiatan ini juga melibatkan guru, wali asrama, petugas keamanan, hingga tenaga pendukung seperti juru masak dan petugas kebersihan, agar seluruh elemen di lingkungan sekolah memiliki pemahaman yang sama dalam penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\nLebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan binaan Kementerian Sosial yang juga menjadi bagian dari tanggung jawab Dinas Sosial dalam pembinaan dan penguatan kapasitas, khususnya dalam pengurangan risiko bencana.<\/p>\n\n\n\n\u201cKegiatan ini merupakan bagian dari program Tagana Masuk Sekolah yang kami laksanakan secara berkelanjutan. Setelah ini, kami juga akan melanjutkan kegiatan serupa di SR lainnya, termasuk SR 56 di kawasan BLK Banjarbaru,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nMelalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana, serta mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain dalam situasi darurat. MC Kalsel\/Rns<\/p>\n\n\n\n\n\t\t\t<\/div>"