"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakortek) dan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi peningkatan investasi daerah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka di Banjarbaru, Senin (30\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\nMewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menegaskan bahwa investasi menjadi pilar utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah yang ambisius.<\/p>\n\n\n\n\u201cTarget ekonomi kita tidak rendah, tetapi tinggi, yakni 8,1 persen. Konsekuensinya, kita harus mendorong investasi sebagai pilar utama untuk mencapai target tersebut,\u201d ujar Ariadi.<\/p>\n\n\n\nIa menekankan bahwa investasi yang diharapkan bukan sekadar meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus bersifat inklusif.<\/p>\n\n\n\n\u201cInvestasi yang inklusif adalah investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Jadi bukan hanya tinggi secara angka, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\nSelain itu, Ariadi menyoroti pentingnya kesiapan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) sebagai daya tarik bagi investor.<\/p>\n\n\n\n\u201cTanpa IPRO yang matang, sulit bagi kita untuk mencapai target 8,1 persen pada 2029. Ini membutuhkan kerja luar biasa, bukan kerja biasa. PTSP menjadi ujung tombak dalam mempromosikan peluang investasi daerah,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\nSementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri, menyampaikan bahwa Rakortek ini bertujuan menyusun langkah strategis dan sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n\u201cKegiatan ini menjadi momentum untuk menyusun strategi bersama dalam meningkatkan investasi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8,1 persen pada tahun 2029,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\nIa juga menekankan pentingnya kolaborasi dan pembagian peran antar daerah agar program yang dijalankan tidak tumpang tindih.<\/p>\n\n\n\n\u201cKita ingin ada penyatuan dan sinkronisasi program, sehingga antara provinsi dan kabupaten\/kota dapat saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri,\u201d jelas Endri.<\/p>\n\n\n\nMelalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam memperkuat investasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan dan inklusif. MC Kalsel\/dam<\/p>\n\t\t\t<\/div>"