"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nPemerintah terus memperkuat berbagai strategi dalam upaya percepatan penurunan stunting, salah satunya melalui implementasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang dijalankan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan.<\/p>\n\n\n\nKepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah mengatakan, program Genting menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam membantu keluarga yang memiliki risiko stunting.<\/p>\n\n\n\nMenurutnya, melalui program tersebut masyarakat, lembaga, hingga dunia usaha dapat berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga prasejahtera yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi dan pendampingan.<\/p>\n\n\n\n\u201cMelalui program Genting, masyarakat dapat memberikan bantuan baik berupa edukasi maupun dukungan pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko stunting,\u201d ujarnya di Banjarmasin, Kamis (5\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\nIa menjelaskan, bantuan yang diberikan dapat berupa makanan tambahan, pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\nFarah menambahkan, partisipasi masyarakat di Kalimantan Selatan dalam program tersebut cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya individu, lembaga, hingga perusahaan yang bersedia menjadi orang tua asuh.<\/p>\n\n\n\nMenurutnya, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan besar dalam membantu pemerintah menekan angka stunting di daerah.<\/p>\n\n\n\n\u201cSemangat gotong royong masyarakat Kalimantan Selatan sangat besar dalam membantu keluarga berisiko stunting,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\nSelain program Genting, BKKBN Kalsel juga mengembangkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang berfokus pada pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.<\/p>\n\n\n\nFarah menjelaskan, program Tamasya menyasar anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak atau daycare, khususnya bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja.<\/p>\n\n\n\nMelalui program ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengasuhan, tetapi juga pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi, serta stimulasi perkembangan yang sesuai dengan usia mereka.<\/p>\n\n\n\n\u201cProgram Tamasya memastikan anak-anak yang berada di tempat penitipan mendapatkan pemantauan tumbuh kembang secara optimal,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nSelain pemantauan terhadap anak, orang tua juga diberikan edukasi mengenai pola asuh yang baik serta pemenuhan gizi anak ketika berada di rumah.<\/p>\n\n\n\nIa berharap melalui kedua program tersebut, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih komprehensif dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan keluarga.<\/p>\n\n\n\n\u201cDengan pendekatan ini kita memastikan anak-anak tetap mendapatkan perhatian terhadap tumbuh kembangnya meskipun orang tua bekerja,\u201d pungkasnya, MC Kalsel\/tgh<\/p>\n\t\t\t<\/div>"