"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nPeran keluarga sebagai garda terdepan pencegahan penyalahgunaan narkotika kembali ditekankan dalam kegiatan Family Support Group (FSG) yang digelar Yayasan Pemulihan Rehabilitasi (YPR) Kobra bertema \u201cPulih Bersama, Tumbuh Bersama\u201d di Aula Sentra Budi Luhur.<\/p>\n\n\n\nKegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara keluarga dan para residen yang tengah menjalani program rehabilitasi. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, FSG juga menghadirkan dialog terbuka yang membangun komunikasi dua arah antara residen, keluarga, dan pendamping. Suasana haru pun terasa ketika para residen menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua melalui prosesi sungkeman dan membasuh kaki sebagai simbol kesungguhan untuk berubah.<\/p>\n\n\n\nKetua IPWL YPR Kobra, Ardian Noverdi Pratama, menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga merupakan elemen penting dalam keberhasilan rehabilitasi. Menurutnya, proses pemulihan tidak berhenti saat residen menyelesaikan program, tetapi berlanjut ketika mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami mendorong keluarga untuk aktif mendampingi, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang suportif. Dukungan moral dan emosional sangat menentukan keberlanjutan pemulihan,\u201d kata Ardian, Banjarbaru, Jumat (27\/2\/2026).<\/p>\n\n\n\nIa menambahkan, sinergi dengan Sentra Budi Luhur terus diperkuat, termasuk melalui program vokasional dan pembinaan lanjutan guna membekali residen dengan keterampilan hidup.<\/p>\n\n\n\nSementara itu, Kepala Sentra Budi Luhur, Ratna Dewi Sartika, menilai kegiatan FSG sebagai momentum penting untuk merekatkan kembali hubungan keluarga yang sempat terganggu akibat penyalahgunaan napza.<\/p>\n\n\n\n\u201cKeberhasilan rehabilitasi sangat dipengaruhi dukungan keluarga. Melalui pertemuan ini, kami ingin membangun kembali kepercayaan dan memperkuat ikatan emosional,\u201d ucap Ratna.<\/p>\n\n\n\nIa juga menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan napza masih menjadi tantangan bersama. Karena itu, peran keluarga dan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari upaya rehabilitasi yang dilakukan lembaga.<\/p>\n\n\n\nAdapun dukungan Pemprov Kalsel turut menguatkan kegiatan tersebut. Kepala Dinas Sosial Kalsel M. Farhanie melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi menyebut FSG sebagai bagian dari pendekatan intervensi sosial yang menitikberatkan pada pemulihan relasi keluarga.<\/p>\n\n\n\nMelalui pendekatan yang mengedepankan dukungan emosional dan kolaborasi lintas pihak, program rehabilitasi diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih siap kembali menjalani kehidupan sosial sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng utama pencegahan penyalahgunaan narkoba.<\/p>\n\n\n\n\u201cMomentum refleksi seperti ini penting agar residen memahami konsekuensi perbuatannya sekaligus memperbaiki hubungan dengan keluarga. Harapannya, mereka tidak kembali pada kesalahan yang sama,\u201d kata Selamat.<\/p>\n\n\n\nKegiatan ini dihadiri oleh keluarga klien atau residen, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Sentra Budi Luhur UPTD Kemensos RI, Diskominfo Kalsel, PRSPD Iskaya Banaran, PRSTS Barakat Cangkal Bacari, OPSI Kalsel, serta Teras Inklusi Kalsel. MC Kalsel\/Rns<\/p>\n\n\n\n\n\t\t\t<\/div>"