"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nPemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan terus melakukan pembenahan sektor transportasi pada matra udara guna meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Fokus utamanya adalah penguatan status internasional Bandara Syamsudin Noor sesuai visi misi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Muhidin \u2013 Hasnuryadi Sulaiman.\u00a0<\/p>\n\n\n\nKepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, M. Fitri Hernadi, menyampaikan bahwa Bandara Syamsudin Noor telah kembali berstatus sebagai bandara internasional pada pertengahan 2025 dan berhasil melaksanakan penerbangan luar negeri secara reguler.<\/p>\n\n\n\n\u201cAlhamdulillah, penerbangan internasional pertama dilaksanakan beberapa bulan lalu, rute Banjarmasin\u2013Kuala Lumpur empat kali seminggu, dan sampai saat ini minat masyarakat semakin meningkat,\u201d ujar M. Fitri Hernadi.<\/p>\n\n\n\nIa menambahkan, penerbangan Banjarmasin\u2013Kuala Lumpur diharapkan menjadi pionir pembukaan rute internasional lainnya.<\/p>\n\n\n\n\u201cBandara Syamsudin Noor sudah menjadi internasional dan mudah-mudahan dengan penerbangan Banjarmasin\u2013Kuala Lumpur sebagai pionirnya, ini akan terus berkembang. Nanti kita upayakan juga penerbangan ke Jeddah sebagaimana tujuan utama dari upaya Pemprov Kalsel membuka penerbangan internasional di Syamsudin Noor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\nSelain bandara Syamsudin Noor,\u00a0 Bandara Bersujud di Kabupaten Tanah Bumbu yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Bumbu melalui UPT setempat, juga telah berstatus internasional. Pemerintah Provinsi turut memberikan dukungan lintas instansi.<\/p>\n\n\n\n\u201cDishub Tanah Bumbu melakukan berbagai upaya positif agar Bandara Bersujud bisa menaikkan statusnya menjadi bandara internasional,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nMenurutnya, Pemprov Kalsel mendukung dengan melakukan langkah koordinatif dengan berbagai kementerian untuk memenuhi persyaratan bandara internasional Bersujud.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami di Dinas Perhubungan Provinsi memfasilitasi administrasi dari Bapak Gubernur kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan untuk bea cukai, kemudian Imigrasi di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Kesehatan untuk kekarantinaan serta Barantin untuk karantina hewan dan tumbuhan. Alhamdulillah, prosesnya sangat signifikan,\u201d ungkap Fitri.<\/p>\n\n\n\nSementara itu, satu-satunya bandara di Hulu Sungai yaitu Bandara Warukin di Kabupaten Tabalong yang sempat berhenti beroperasi akibat pandemi COVID-19, pemerintah daerah bersama berbagai pihak kini tengah mengupayakan pengaktifan kembali.<\/p>\n\n\n\n\u201cBandara Warukin sempat terhenti operasionalnya akibat COVID-19. Saat ini kita dorong operasional kembali terutama oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui kerja sama beberapa perusahaan BUMN dan pemerintah daerah,\u201d kata Fitri.<\/p>\n\n\n\nIa mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan telah menerbitkan sertifikat bandar udara, yang menjadi modal penting untuk reaktivasi.<\/p>\n\n\n\n\u201cDari Kementerian Perhubungan sudah menerbitkan sertifikat bandar udara. Kita di provinsi berupaya memfasilitasi apa saja yang diperlukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\nPemkab Tabalong saat ini juga tengah menjajaki kerja sama dengan maskapai penerbangan.<\/p>\n\n\n\n\u201cAlhamdulillah, teman-teman di Kabupaten Tabalong sedang berupaya agar maskapai yang dulu beroperasi di Warukin bisa kembali, atau mungkin maskapai baru yang melihat peluang ekonomi untuk melayani rute Warukin\u2013Banjarmasin, Warukin\u2013Jakarta, maupun wilayah lainnya, melayani wilayah Banua Anam, wilayah Kalteng dan Kaltim yang dekat dengan Tabalong,\u201d pungkasnya. MC Kalsel\/scw<\/p>\n\t\t\t<\/div>"