"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong hilirisasi sektor pertanian melalui penguatan subsektor pascapanen dan pengolahan hasil tanaman pangan. Upaya ini dilakukan sebagai strategi meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus mendongkrak pendapatan petani di daerah.<\/p>\n\n\n\nKepala Seksi Pascapanen, Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Pangan, Darmadi, menyampaikan bahwa arah kebijakan pengembangan tanaman pangan saat ini lebih difokuskan pada pengolahan hasil sebagai bagian dari hilirisasi.<\/p>\n\n\n\n\u201cFokus kami memang pada pascapanen dan pengolahan. Hilirisasi itu arahnya ke pengolahan, agar produk tidak dijual dalam bentuk mentah, tetapi sudah memiliki nilai tambah,\u201d ujar Darmadi mewakili Kadis PKP Kalsel, Syamsir Rahman di Banjarbaru, Rabu (25\/2\/2026).\u00a0<\/p>\n\n\n\nMenurut Darmadi, komoditas utama yang menjadi prioritas pengolahan meliputi beras, jagung, dan singkong. Namun demikian, keterbatasan anggaran membuat pengembangan unit pengolahan hasil (UPH) masih terbatas.<\/p>\n\n\n\n\u201cSetiap tahun kami maksimal hanya bisa mengalokasikan sekitar tiga unit pengolahan hasil tanaman pangan. Itu pun masih dalam skala sederhana dan diperuntukkan bagi kelompok tani,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nBeberapa bantuan unit pengolahan jagung telah disalurkan di sejumlah kabupaten, seperti Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong. Jagung pipil diolah menjadi butiran lebih kecil sebagai bahan baku pakan ternak, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jagung mentah.<\/p>\n\n\n\nSelain jagung, fasilitasi pengolahan singkong juga dilakukan di Kabupaten Tanah Bumbu. Singkong diolah menjadi beras analog atau yang dikenal dengan sebutan \u201coyek\u201d. Produk ini termasuk pangan fungsional dengan indeks glikemik lebih rendah, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.<\/p>\n\n\n\n\u201cPangan fungsional tidak hanya sekadar makanan, tetapi memiliki manfaat kesehatan. Ini peluang besar untuk dikembangkan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\nTak hanya itu, UPH juga difasilitasi untuk produksi keripik singkong dan aneka olahan lainnya di Kabupaten Barito Kuala. Hingga kini, tiga komoditas utama yang menjadi lokus pengembangan hilirisasi yakni beras, jagung, dan singkong.<\/p>\n\n\n\nDalam rangka meningkatkan daya saing produk, Dinas PKP turut memberikan dukungan pengemasan, mulai dari desain hingga bantuan kemasan. Setiap tahun, penguatan pengemasan difokuskan pada dua lokus. Saat ini, pengemasan beras dan olahan singkong menjadi prioritas.<\/p>\n\n\n\nSalah satu produk beras merah lokal bahkan telah menembus pemasaran digital melalui platform Shopee, meski masih dalam skala terbatas karena kapasitas produksi petani yang relatif kecil, rata-rata sekitar tiga hektare lahan. Selain pengolahan dan pengemasan, promosi juga dilakukan melalui partisipasi dalam berbagai pameran, baik di tingkat daerah maupun luar daerah. Produk-produk binaan dibawa untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\nDarmadi menegaskan, hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian secara berkelanjutan. Namun untuk mencapai hal tersebut, diperlukan dukungan penganggaran serta perubahan pola pikir dari sekadar produksi menuju orientasi pasar.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami ingin petani tidak hanya memproduksi, tetapi sampai pada tahap pengolahan dan pemasaran. Mereka perlu pendampingan, bimbingan teknis, dan penguatan kapasitas,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\nIa menambahkan, setelah beberapa tahun tidak mendapatkan dukungan dari APBN untuk kegiatan bimbingan teknis (Bimtek), pada tahun ini pemerintah provinsi kembali mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Bimtek hilirisasi, yang juga direncanakan berlanjut pada 2027.<\/p>\n\n\n\n\u201cMelalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis hilirisasi tanaman pangan dapat berkembang lebih masif, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Banua,\u201d tutupnya. MC Kalsel\/tgh<\/p>\n\t\t\t<\/div>"