"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nPemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan perencanaan sistem penyediaan air minum (SPAM) regional Tanah Bumbu\u2013Kotabaru atau Saijaan\u2013Bersujud.<\/p>\n\n\n\nProgram strategis ini disiapkan untuk memperkuat suplai air bersih bagi kawasan penyangga, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta kawasan industri yang berkembang di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\nKepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menjelaskan bahwa perencanaan SPAM regional Tanah Bumbu\u2013Kotabaru telah dilakukan sejak 2023 hingga 2025, mulai dari real demand survey, kajian lingkungan hingga penyusunan dokumen detail engineering design (DED).<\/p>\n\n\n\n\u201cArtinya perencanaannya sudah matang. Harapannya, SPAM ini nantinya bisa mengalir dan mensupport kebutuhan air bersih untuk kawasan pendukung, kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri,\u201d ujarnya, di Banjarbaru, Senin (23\/2\/2026).<\/p>\n\n\n\nMenurut Ryan, jaringan SPAM ini juga direncanakan akan diteruskan hingga ke Pulau Laut yang selama ini memiliki keterbatasan sumber air baku. Keberadaan jaringan SPAM regional dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan pelaku usaha.<\/p>\n\n\n\nSalah satu kawasan prioritas yang akan didukung adalah KEK Pelabuhan Mekar Putih yang saat ini terus berkembang. Dengan adanya jaringan distribusi utama tersebut, diharapkan suplai air bersih bagi masyarakat sekitar dan aktivitas industri dapat terpenuhi secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n\u201cSudah banyak perencanaan yang disiapkan untuk mensupport kawasan KEK Pelabuhan Mekar Putih. Kita tahu kawasan ini sedang berkembang, sehingga kebutuhan air bersih menjadi sangat penting,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\nUntuk tahun 2026, fokus utama masih pada pengamanan dan pembebasan lahan. Namun hingga kini, lahan yang diajukan kepada pemerintah kabupaten\/kota setempat belum sepenuhnya dibebaskan.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami harapkan lahan yang diminta bisa segera dibebaskan oleh teman-teman kabupaten\/kota, sehingga pada tahun berikutnya kami dapat menganggarkan kegiatan konstruksinya,\u201d jelas Ryan.<\/p>\n\n\n\nDari sisi anggaran, estimasi kebutuhan pembangunan SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar. Sementara untuk pengembangan jaringan menuju Pulau Laut, perencanaan teknis masih menunggu penyelesaian pembangunan jembatan Pulau Laut.<\/p>\n\n\n\nPUPR Kalsel saat ini tengah mempertimbangkan efisiensi antara penggunaan jaringan pipa bawah laut atau memanfaatkan konstruksi di atas jembatan. Opsi jaringan di atas jembatan dinilai lebih mudah dalam pemeliharaan dibandingkan jaringan bawah laut yang berisiko terganggu aktivitas kapal dan tongkang.<\/p>\n\n\n\nAdapun target penyelesaian proyek secara keseluruhan masih bergantung pada proses pembebasan lahan serta kebijakan pimpinan daerah.<\/p>\n\n\n\n\u201cDengan perencanaan yang telah disiapkan secara bertahap, Pemprov Kalsel optimistis pembangunan SPAM Regional Tanah Bumbu\u2013Kotabaru dapat menjadi tulang punggung penyediaan air bersih regional sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir selatan Kalimantan Selatan,\u201d tukasnya. MC Kalsel\/tgh<\/p>\n\t\t\t<\/div>"