"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Tahun 2026 dengan tema \u201cKolaborasi Pengelolaan Sanitasi untuk Pemenuhan Layanan Aman dan Berkelanjutan\u201d di Banjarbaru, Kamis (12\/2\/2026).<\/p>\n\n\n\nKegiatan ini diikuti perwakilan dari 13 kabupaten\/kota se-Kalsel sebagai upaya menyamakan langkah dalam mencapai target pembangunan sektor air minum dan air limbah domestik sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025\u20132029 dan mendukung pencapaian SDGs 2030.<\/p>\n\n\n\nKepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Air Minum, Angga Rinaldi Rizal, menegaskan bahwa Jakstrada Air Minum dan Air Limbah Domestik merupakan kebijakan strategis baik di tingkat provinsi maupun kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n\u201cJakstrada ini menjadi instrumen penting untuk mendukung pencapaian target layanan air minum dan air limbah domestik serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pekerjaan umum yang telah ditetapkan dalam RPJMD,\u201d kata Angga.<\/p>\n\n\n\nIa menjelaskan, berdasarkan target RPJMN 2025\u20132029, pemerintah menargetkan 100 persen akses air minum layak termasuk air minum aman, 100 persen akses air limbah domestik layak termasuk akses aman, serta 0 persen rumah tangga yang masih mempraktikkan buang air besar sembarangan (BABS) di tempat terbuka.<\/p>\n\n\n\nMenurut Angga, untuk mencapai target ambisius tersebut dibutuhkan kolaborasi multisektor dan multiaktor. Sinergi tersebut harus terwujud melalui kebijakan dan strategi yang mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dan pelaku, baik secara horizontal maupun vertikal, antara regulator dan operator secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n\u201cSalah satu tugas provinsi adalah mendukung kebijakan dan strategi yang dikembangkan untuk memperkuat regulator dan operator di provinsi serta kabupaten\/kota, sehingga berbagai kendala dalam peningkatan layanan air minum dan air limbah domestik dapat diminimalisir,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nPada kesempatan itu, PUPR Kalsel juga melakukan evaluasi capaian tahun sebelumnya terhadap 13 kabupaten\/kota. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan dan sosialisasi strategi percepatan pencapaian target ke depan.<\/p>\n\n\n\n\u201cHarapannya, dengan kita bersinergi bersama 13 kabupaten\/kota, target yang cukup tinggi tersebut dapat kita capai secara bersama-sama,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\nDi tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih menjadi tantangan tahun ini, Pemprov Kalsel tetap optimistis. Upaya peningkatan layanan tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta melalui program CSR serta partisipasi aktif masyarakat.<\/p>\n\n\n\nDengan adanya Jakstrada Air Minum dan Air Limbah Domestik yang terintegrasi antara provinsi dan kabupaten\/kota, diharapkan capaian layanan menjadi lebih terukur dan signifikan. Lebih dari itu, peningkatan akses air minum dan sanitasi yang aman diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kalimantan Selatan secara berkelanjutan. MC Kalsel\/tgh<\/p>\n\t\t\t<\/div>"