"Perusahaan tambang batubara PT Borneo Indobara di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mendukung dan mendorong pemerintah menerapkan program elektrifikasi dengan mengganti alat berat tambang berenergi listrik dan hybrid.<\/p>\n\u201cPeralihan penggunaan alat berat tambang konvensional berenergi listrik dan hybrid sebagai adalah transisi sebelum sepenuhnya semua alat berat beralih ke listrik,\u201d kata Chief Operating Officer PT BIB Raden Utoro, di Batulicin, Selasa.<\/p>\nIa menjelaskan, program elektrifikasi alat-alat tambang secara massive ini adalah yang pertama di dunia tambang di Indonesia, Memang ada beberapa tambang yang sudah melakukan dengan satu atau dua uni alat utama namun PT BIB yang paling banyak.<\/p>\nTarget realisasi pemakaian alat tambang energi listrik di PT BIB tahun ini sekitar 25 persen dari total fleet yang ada, dan minimal akan terealisasi sekitar 75 persen fleet dalam dua tahun ke depan.<\/p>\nDengan sebagian transisinya menggunakan alat-alat hybrid sebelum sepenuhnya berganti ke listrik. Hal itu juga didukung dengan naiknya pasokan listrik dalam jumlah besar, setelah selesainya pembangunan jaringan transmisi distribusi serta Gardu Induk PLN dan Gardu Induk BIB yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi.<\/p>\nDengan terealisasinya program Elektrifikasi di tambang BIB, maka dua tahun dari sekarang atau tahun 2028-2029 target Zero Emisi akan tercapai.<\/p>\n\u201cTag Line BIB yang dicanangkan tiga tahun lalu akan terwujud yaitu \u201cSustainable Green Mining, Illuminating the world\u201d,\u201d katanya.<\/p>\nProgram Elektrifikasi di BIB tidak serta merta terjadi atau terwujud, tetapi menempuh perjalanan panjang dimulai sejak tahun 2018 dan dienergize pada tahun 2019.<\/p>\nDimulai dengan 10 MVA untuk keperluan coal chain equipment (crusher, conveyor dan BLC), saat ini sudah dialiri listrik PLN sebesar 40 MVA yang di pasok dari Gardu Induk PLN Satui melalui dua sirkuit TM dengan cable terbuka dan 2 sirkuit TM dengan cable tertutup atau MVTIC.<\/p>\nSaat ini sedang dalam proses pembangunan jaringan transmisi, distribusi dan Gardu Induk BIB yang terhubung dengan Gardu Induk PLN untuk saluran listrik tegangan tinggi yang diharapkan selesai pada Q3 tahun 2026.<\/p>\n\u201cDalam dua tahun tahap seluruhnya akan terealisasi dengan pertumbuhan aliran daya listrik tegangan tinggi dan menengah dari 40 MVA menuju 75 MVA dan puncaknya kebutuhan 200-240 MVA pada tahun 2028,\u201d tutup Utora.<\/p>\n<\/div>"