"\n\t\t\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nDinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya strategi komunikasi publik dalam mendukung perluasan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di masyarakat.\u00a0<\/p>\n\n\n\nHal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim yang diwakili oleh Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media Diskominfo Kalsel, Erlinda Puspita Ningrum, saat menghadiri kegiatan Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (2\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\nMedia Gathering tersebut mengangkat tema \u201cKolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Media dalam Memperkuat Literasi Perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Wilayah Kalimantan.\u201d<\/p>\n\n\n\nErlinda menuturkan bahwa setiap program pemerintah, termasuk jaminan sosial tenaga kerja, memerlukan strategi komunikasi yang tepat agar dapat diterima dan dipahami masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n\u201cYang paling utama adalah dukungan dari masyarakat. Karena itu, komunikasi publik menjadi salah satu kunci agar informasi terkait BPJS Ketenagakerjaan dapat tersampaikan dengan baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\nIa menjelaskan, Diskominfo memiliki peran sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai saluran informasi, termasuk media massa dan komunikasi langsung di tingkat komunitas.<\/p>\n\n\n\n\u201cDiskominfo berada sebagai media komunikasi publik yang bisa dimanfaatkan. Dan yang paling menyentuh langsung masyarakat adalah komunikasi berbasis komunitas,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\nMenurut Erlinda, sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan harus menjangkau hingga ke desa-desa, karena perlindungan jaminan sosial merupakan kebutuhan penting bagi seluruh warga negara, bukan hanya pekerja formal.<\/p>\n\n\n\n\u201cIni yang perlu kita sampaikan ke masyarakat di desa, termasuk Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang kita bina, bahwa BPJS Ketenagakerjaan sangat penting dimiliki oleh setiap rakyat Indonesia, termasuk pekerja yang mungkin tidak masuk kategori formal,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\nDalam kesempatan tersebut, ia mengaku mendapat banyak pencerahan terkait pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan risiko kerja.<\/p>\n\n\n\nErlinda juga menekankan perlunya dukungan media dalam menyajikan informasi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.<\/p>\n\n\n\n\u201cKita perlu mendorong pembuatan konten-konten dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti, karena kita berbicara tentang risiko yang bisa terjadi kapan saja,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nMelalui kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan media, Diskominfo Kalsel berharap literasi masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan semakin meningkat, sehingga perlindungan tenaga kerja dapat dirasakan lebih luas di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. MC Kalsel\/Fuz<\/p>\n\t\t\t<\/div>"