"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nPemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui program Sekolah Lapang Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) tahun 2026, Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan fokus meningkatkan kompetensi Brigade Pangan melalui pelatihan berbasis praktik langsung di lapangan.<\/p>\n\n\n\nKepala BPSPTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Wahdah, mengatakan Sekolah Lapang Alsintan menjadi salah satu upaya strategis agar bantuan alsintan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dan Brigade Pangan.<\/p>\n\n\n\n\u201cSekolah lapang ini penting karena bukan hanya pemberian materi, tetapi langsung praktik di lapangan. Jadi tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani,\u201d ujar Wahdah, Jumat (23\/1\/2026).\u00a0<\/p>\n\n\n\nPada tahun 2026, BPSPTPH Kalsel merencanakan tiga kali kegiatan Sekolah Lapang Alsintan, masing-masing dua kali di Kabupaten Tanah Laut dan satu kali di Kabupaten Barito Kuala. Pelaksanaan direncanakan berlangsung pada rentang April hingga Juni 2026.<\/p>\n\n\n\nWahdah menjelaskan, jumlah lokasi pelaksanaan tahun ini menyesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran. Jika pada tahun 2025 anggaran balai mencapai Rp3,5 miliar, maka pada tahun 2026 mengalami penurunan menjadi sekitar Rp1,7 miliar, atau hampir 50 persen.<\/p>\n\n\n\n\u201cWalaupun anggaran kami terpotong cukup besar, kami tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik bagi petani, khususnya di kabupaten yang melaksanakan sekolah lapang,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nPada tahun sebelumnya, Sekolah Lapang Alsintan dilaksanakan di tiga kabupaten, yakni Barito Kuala, Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar. Namun, untuk tahun 2026 Kabupaten Banjar belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, BPSPTPH Kalsel membuka peluang pengusulan tambahan anggaran pada APBD Perubahan agar kegiatan serupa dapat menjangkau kabupaten lain yang telah menyampaikan permintaan, seperti Tanah Bumbu, Hulu Sungai Utara, dan beberapa daerah lainnya.<\/p>\n\n\n\nAntusiasme petani terhadap program ini, menurut Wahdah, sangat tinggi. Brigade Pangan merasa terbantu karena mendapatkan pemahaman langsung terkait pengoperasian, perawatan, hingga perbaikan ringan alsintan yang mereka terima dari pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n\u201cSetidaknya mereka punya dasar. Kalau ada kerusakan ringan, bisa ditangani sendiri. Ini yang membuat mereka sangat antusias mengikuti sekolah lapang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\nUntuk tahun ini, Sekolah Lapang Alsintan menargetkan sekitar 90 peserta, dengan setiap kegiatan diikuti oleh 30 orang. Ke depan, BPSPTPH Kalsel berharap jumlah pelatihan dapat ditingkatkan menjadi lima hingga enam kali dalam setahun agar lebih banyak petani yang merasakan manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami berharap peserta yang ikut bisa menularkan ilmunya kepada anggota kelompok lainnya di kabupaten masing-masing,\u201d ungkap Wahdah.<\/p>\n\n\n\nIa juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas Brigade Pangan menjadi sangat penting seiring ditetapkannya Kalimantan Selatan sebagai salah satu provinsi prioritas nasional dalam pengembangan dan penguatan ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n\u201cIni menjadi dasar kuat bagi kami untuk terus mendorong tambahan anggaran, karena dampaknya langsung dirasakan petani dan mendukung program strategis nasional,\u201d pungkasnya. MC Kalsel\/tgh<\/p>\n\t\t\t<\/div>"