"\n\t\t\n<\/figure>\n\n\n\nDi tengah kepungan banjir yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan perekonomian dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan. Peran aktif Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di pasaran.<\/p>\n\n\n\nKepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Sutikno, menegaskan bahwa secara umum aktivitas perdagangan di Kalimantan Selatan masih berlangsung normal. Meski beberapa wilayah terdampak banjir mengalami gangguan operasional pasar dan distribusi, pasar-pasar utama serta pasar induk tetap beroperasi.<\/p>\n\n\n\n\u201cPasar-pasar utama masih berjalan. Memang di daerah yang terendam banjir, aktivitas pasar terpaksa dihentikan karena kondisi tidak memungkinkan. Masyarakat pun dalam situasi tertentu tidak bisa memasak. Karena itu, kami memastikan pasar-pasar di wilayah penyangga dan sentra keramaian tetap berfungsi untuk saling mendukung,\u201d ujar Sutikno, Selasa (13\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\nTerkait ketersediaan bahan pokok, Disdag Kalsel memastikan stok dalam kondisi relatif aman dan mencukupi. Komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, serta kebutuhan pokok lainnya masih tersedia di pasar-pasar yang tidak terdampak banjir.\u00a0<\/p>\n\n\n\n\u201cMasyarakat tidak perlu khawatir kekurangan bahan pokok di wilayah yang pasarnya masih beroperasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\nUntuk menjaga daya beli dan membantu warga terdampak, Disdag Kalsel juga menyiapkan langkah antisipatif melalui operasi pasar. Hingga menjelang Lebaran, operasi pasar direncanakan berlangsung di 13 kabupaten\/kota dengan pendekatan lokasi yang dekat dengan daerah banjir, khususnya di titik-titik penampungan pengungsi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n\u201cOperasi pasar tidak dilakukan di wilayah yang terendam, tetapi kami dekatkan ke lokasi penampungan agar mudah dijangkau masyarakat,\u201d jelas Sutikno.<\/p>\n\n\n\nDari sisi harga, sebagian besar bahan pokok terpantau stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan hingga mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, pemerintah memberi perhatian khusus pada komoditas hortikultura seperti sayur-mayur, cabai segar, dan bawang merah yang cenderung mengalami kenaikan.\u00a0<\/p>\n\n\n\nKenaikan ini dipengaruhi oleh banjir di daerah sentra produksi yang merupakan wilayah cekungan, serta faktor musiman pada akhir tahun hingga Januari yang memang kerap mengganggu siklus tanam.<\/p>\n\n\n\n\u201cSetiap tahun pada Desember\u2013Januari biasanya ada kenaikan harga cabai dan bawang karena faktor cuaca. Tahun ini kondisinya diperparah oleh banjir,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\nBanjir juga berdampak pada jalur distribusi, terutama akses darat menuju pasar desa dan kecamatan. Jika ketinggian air mencapai satu meter, distribusi terpaksa dihentikan dan pasar ditutup sementara. Meski demikian, Disdag Kalsel terus berkoordinasi lintas sektor untuk meminimalkan gangguan distribusi dan memastikan pasokan tetap bergerak dari pasar induk ke wilayah yang memungkinkan.<\/p>\n\n\n\nSebagai langkah pengamanan, pengawasan pasar turut ditingkatkan guna mencegah praktik spekulasi harga oleh oknum tidak bertanggung jawab. \u201cKami mengedepankan sisi kemanusiaan. Pengawasan distribusi dan harga akan diperketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi banjir,\u201d tegas Sutikno.<\/p>\n\n\n\nDengan sinergi berbagai pihak dan langkah-langkah konkret tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis ketahanan pangan daerah tetap terjaga, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok secara aman dan terjangkau di tengah kondisi banjir. MC Kalsel\/scw<\/p>\n\t\t\t<\/div>"