"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nUPTD Kebun Raya Banua memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang dinilai cukup positif di tengah berbagai tantangan, terutama faktor alam yang berdampak pada penurunan jumlah pengunjung.<\/p>\n\n\n\nPlt. Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah, menyampaikan bahwa pada awalnya target PAD tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp1,2 miliar. Dari target tersebut, Kebun Raya Banua berhasil merealisasikan pendapatan sebesar Rp1,27 miliar.<\/p>\n\n\n\n\u201cTarget capaian PAD kita yakni Rp1,2 miliar dan itu berhasil terpenuhi, karena pada tahun 2025 kita bisa mencapai Rp1,27 miliar,\u201d ujar Firmansyah.<\/p>\n\n\n\nNamun demikian, setelah adanya penyesuaian target menjadi Rp1,4 miliar, capaian tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.\u00a0<\/p>\n\n\n\nMenurut Firmansyah, kondisi alam menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan jumlah kunjungan masyarakat ke Kebun Raya Banua.<\/p>\n\n\n\n\u201cSetelah ada penetapan target Rp1,4 miliar, memang belum bisa kita penuhi. Salah satu faktor penentunya adalah kondisi alam yang berdampak pada berkurangnya jumlah pengunjung,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nMeski demikian, Firmansyah menegaskan bahwa capaian PAD tahun 2025 tetap patut diapresiasi. Pasalnya, dengan jumlah pengunjung yang menurun, UPTD Kebun Raya Banua masih mampu melampaui target awal yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n\u201cKalau kita melihat target awal dengan jumlah pengunjung yang berkurang tapi target tetap terpenuhi, maka sebenarnya kita sudah melebihi target yang ditentukan,\u201d pungkasnya. MC Kalsel\/dam<\/p>\n\t\t\t<\/div>"