"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nBadan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Tindak Lanjut Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme (RAD-PE) Tahun 2025, dari tanggal 1 hingga 2 Desember 2025 di salah satu hotel di Bogor Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\nKepala Badan Kesbangpol Kalsel, Herliansyah, hadir dan memberikan arahan penting dalam pertemuan strategis tersebut yang difasilitasi langsung oleh BNPT RI.<\/p>\n\n\n\n\u201cKegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Kesbangpol Kalsel Nomor 200.1.3.4\/2094\/KESBANGPOL\/2025, dengan ini, BNPT melalui Sekretariat Bersama RAN-PE memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan monitoring dan evaluasi kebijakan pencegahan ekstremisme di daerah,\u201d terang Heriansyah.<\/p>\n\n\n\nIa menegaskan bahwa pelaksanaan RAD-PE harus terus diperkuat sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketahanan ideologi bangsa.<\/p>\n\n\n\nDisampaikan pula, tujuan rapat ini sebagai uapaya monitoring dan evaluasi capaian pelaksanaan RAD-PE Kalsel Tahun 2025, kemudian menyusun langkah percepatan dan penyempurnaan implementasi RAD-PE secara kolaboratif lintas sektor.<\/p>\n\n\n\nSerta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, OPD tematik, dan para pemangku kepentingan terkait dalam upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan.<\/p>\n\n\n\nRapat ini dihadiri oleh 25 peserta, terdiri dari unsur Forkopimda, OPD Provinsi, Kesbangpol kabupaten\/kota se-Kalsel, Satgaswil Densus 88 AT, Kemenag, serta lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat.<\/p>\n\n\n\nDalam sesi pemaparan, BNPT menegaskan bahwa negara harus selalu hadir dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. Keterbatasan personel BNPT menjadikan kolaborasi daerah sebagai faktor kunci keberhasilan pencegahan.<\/p>\n\n\n\nBNPT juga menyampaikan apresiasi atas peran Satgaswil Densus 88, forum akademisi, serta terbentuknya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKP) di beberapa kabupaten\/kota seperti Banjarbaru, Banjarmasin, dan Tanah Bumbu.<\/p>\n\n\n\n\u201cPotensi radikalisme dapat muncul dari berbagai ruang, termasuk lingkungan pendidikan. Media sosial kini menjadi pusat propaganda ekstremisme sehingga memerlukan respons serius dan kolaboratif,\u201d disampaikan dalam paparan BNPT.<\/p>\n\n\n\nBNPT mendorong seluruh daerah mempercepat pembentukan FKP kabupaten\/kota sebagai ruang koordinasi pencegahan ekstremisme berbasis masyarakat. MC Kalsel\/Fuz<\/p>\n\t\t\t<\/div>"