"<div><img class=\"wp-image-3862\" src=\"https:\/\/orangdalam.info\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemkab-Kotabaru-Gelar-Grebeg-Kampung-Ratusan-Warga-Tumpah-Ruah-di.jpg\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" srcset=\"https:\/\/orangdalam.info\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Pemkab-Kotabaru-Gelar-Grebeg-Kampung-Ratusan-Warga-Tumpah-Ruah-di.jpg 1024w, https:\/\/mediacenter.kotabarukab.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251130-WA0024-300x169.jpg 300w, https:\/\/mediacenter.kotabarukab.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251130-WA0024-768x432.jpg 768w, https:\/\/mediacenter.kotabarukab.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251130-WA0024-1536x865.jpg 1536w, https:\/\/mediacenter.kotabarukab.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251130-WA0024.jpg 1600w\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"577\" \/>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>KOTABARU<\/strong>\u00a0\u2013 Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar tradisi\u00a0<strong>Grebeg Kampung<\/strong>\u00a0sebagai puncak acara penutupan\u00a0<strong>Meranti Putih Perform Art Festival (MP2AF)<\/strong>\u00a0di Hutan Meranti, Desa Sebelimbingan, pada Minggu (30\/11\/2024).<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Dalam sambutannya,\u00a0<strong>Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos.<\/strong>, menyampaikan apresiasi tinggi atas terlaksananya tradisi yang kaya akan nilai sejarah, kebersamaan, dan spiritualitas masyarakat tersebut. Wabup juga memotivasi warga untuk meningkatkan skala kegiatan pada tahun mendatang.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">\u201cKalau bisa tahun depan lebih besar lagi. Di sini kan ada tiga desa, yaitu Desa Megasari, Sebelimbingan, dan Gunungsari. Biar jadi satu, ramai-ramai lebih besar lagi nanti acaranya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sementara itu,\u00a0<strong>Koordinator Lapangan, Kholil<\/strong>, menjelaskan bahwa Grebeg Kampung adalah warisan lama yang dikenal dengan\u00a0<strong>Grebeg Suro<\/strong>\u00a0dan dihidupkan kembali melalui event Meranti untuk mewujudkan makna kebersamaan serta menguatkan semangat gotong royong.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">\u201cTujuan utama Grebeg Kampung adalah untuk menyampaikan dan mewujudkan kebersamaan,\u201d paparnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki keunikan dalam penyajiannya, yaitu penggunaan makna-makna dengan bahasa Jawa kuno.\u00a0<strong>Tumpeng<\/strong>\u00a0yang berisi hasil panen terbaik masyarakat setempat, mulai dari sayur-mayur hingga buah-buahan, merupakan wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi. Tumpeng tersebut kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang percaya akan membawa berkah, setelah sebelumnya didoakan.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Di tempat yang sama, juga dilaksanakan kegiatan rangkaian\u00a0<strong>penanaman dan pemeliharaan pohon ulin<\/strong>\u00a0yang diinisiasi oleh\u00a0<strong>Lembaga Pelatihan Kursus Mitra Insan Prima (LPK MIP)<\/strong>. Penanaman pohon diawali oleh Wakil Bupati Kotabaru,\u00a0<strong>Syairi Mukhlis<\/strong>, sebagai upaya menjaga kawasan hutan dan mendorong pertumbuhan ruang hijau di Kabupaten Kotabaru, yang diharapkan bermanfaat bagi generasi mendatang.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Diharapkan, dengan penanaman di area Ekowisata Hutan Meranti, bibit pohon ulin yang ditanam dapat tumbuh dengan baik serta terjaga dari tindakan yang tidak bertanggung jawab.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Tampak hadir dalam kegiatan tersebut\u00a0<strong>Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin; Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Sonny Tua Halomoan; Pimpinan LPK MIP, Noor Irfansyah<\/strong>; serta undangan, pelajar, dan masyarakat sekitar.<\/p>\n\n\n<\/div>"