"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nKamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Selatan menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) III Tahun 2025 hari ini, sebagai tindak lanjut amanat Undang-Undang dan Anggaran Dasar Kadin untuk penguatan kelembagaan dan agenda kerja organisasi. Digelar dalam masa kepengurusan 2022\u20132027, rapimprov ini menjadi momentum strategis bagi Kadin untuk meninjau kembali program kerja tahun 2025 dan merancang agenda 2026\u20132027.<\/p>\n\n\n\nDengan mengusung tema \u201cStrategi & Peran Private Sector dalam Meningkatkan Ekonomi untuk Kesejahteraan yang Lebih Maju dan Berdaya Saing,\u201d rapimprov ini menegaskan pentingnya peran sektor swasta sebagai motor ekonomi yang komplementer bagi pemerintah daerah.\u00a0<\/p>\n\n\n\nKetua Kadin Kalsel, Shinta Laksmi Dewi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kadin bukan hanya wadah konsolidasi pengusaha, melainkan juga pusat gagasan yang berorientasi pada solusi ekonomi kerakyatan berbasis kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n\u201cHari ini kita melaksanakan amanat daripada Undang-Undang Kadin dan Anggaran Dasar Kadin melalui Rapat Pimpinan Provinsi III 2025. Kami mereview program kerja yang telah berjalan dan merancang arah baru ke depan. Tema yang kita pilih sangat relevan, karena private sector adalah penggerak pertumbuhan ekonomi, mendukung pembangunan daerah, dan meningkatkan daya saing Banua,\u201d ujar Shinta di Banjarmasin, Senin (17\/11\/2025).<\/p>\n\n\n\nIa menambahkan, kolaborasi dunia usaha perlu diperkuat melalui partisipasi aktif berbagai profesi dan asosiasi yang tergabung di bawah OKP Kadin. Tidak hanya bidang perdagangan, tetapi juga sektor pertanian, peternakan, industri kecil, dan UMKM. Kerja sama itu diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi daerah, mulai dari ketahanan pangan, inovasi produk lokal, hingga ekspansi ke pasar internasional.<\/p>\n\n\n\nSelain kegiatan internal, Rapimprov ini juga memaparkan kelanjutan dari sejumlah kerja sama luar negeri yang telah dijalin Kadin Kalsel. Salah satunya adalah penandatanganan MOU dengan Malaysian International Chamber of Commerce (Sabah Chapter) yang dilakukan bersama Dato\u2019 Susan pada akhir Oktober lalu. Kerja sama ini membuka akses lebih luas bagi UMKM Kalsel untuk saling bertukar produk unggulan.<\/p>\n\n\n\n\u201cKenapa kerja sama ini penting? Ternyata produk kita dan mereka punya kesamaan, seperti sambal ikan bilis, ikan saluang, hingga batik. Kami melihat ada peluang besar, karena kesamaan produk itu membuka jalan bagi pertukaran usaha dan peningkatan ekspor UMKM kita,\u201d jelas Shinta.<\/p>\n\n\n\nDalam kesempatan tersebut, Shinta juga menyinggung prestise batik dan sagara sasirangan yang terbukti tetap unggul meski mendapat tantangan dari produk tekstil cetak luar negeri. Dia menilai, kekhasan budaya lokal dan proses produksi yang autentik justru menjadi nilai tambah wastra Kalimantan Selatan di mata pasar internasional.<\/p>\n\n\n\n\u201cBatik dan sasirangan kita memiliki karakter dan proses yang berbeda dan lebih kaya daripada batik printing yang diproduksi di luar. Ini menjadi bukti bahwa produk lokal punya kesempatan besar untuk tetap leading, apalagi jika kita fokus pada desain modern yang diminati anak muda,\u201d ungkapnya dengan optimis.<\/p>\n\n\n\nKadin Kalsel akan menindaklanjuti hasil rapimprov dengan merumuskan program kerja yang lebih proaktif, berbasis kebutuhan daerah dan tuntutan global. Kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah diharapkan dapat membawa Kalsel pada era ketahanan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. MC Kalsel\/scw<\/p>\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\nsumber : diskominfomc.kalselprov.go.id"