"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nDalam upaya memperkuat kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Seminar Kepemudaan bertema \u201cMenjaga Kesehatan Mental dan Mengembangkan Growth Mindset pada Gen Z\u201d di Banjarmasin, Sabtu (25\/10\/2025).<\/p>\n\n\n\nKegiatan ini disambut antusias oleh kalangan muda. Sebanyak 180 peserta dari berbagai daerah di Kalsel mengikuti seminar yang dibuka secara gratis oleh Dispora Kalsel.<\/p>\n\n\n\nKepala Dispora Kalsel, Febriadin Hapiz, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Rokhyatin Effendi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.<\/p>\n\n\n\n\u201cKesehatan mental dan fisik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya menjadi fondasi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa,\u201d kata Rokhyatin.<\/p>\n\n\n\nMenurutnya, isu kesehatan mental di kalangan pemuda kini menjadi perhatian global. Berdasarkan data WHO, satu dari tujuh remaja berusia 10 hingga 19 tahun mengalami gangguan mental, sementara data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan lebih dari 15,5 juta penduduk usia produktif di Indonesia menghadapi masalah kejiwaan.<\/p>\n\n\n\n\u201cAngka ini adalah alarm bagi kita semua. Jika kondisi mental pemuda rapuh, bagaimana mereka akan memimpin Indonesia di masa depan?\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\nMelalui seminar ini, Dispora Kalsel berupaya memberikan ruang aman bagi pemuda untuk belajar mengenali, memahami, dan menjaga kesehatan mental. Para peserta diajak untuk meningkatkan literasi mental, memahami pentingnya self-care dan batas diri, serta melatih strategi praktis dalam mengelola stres dan bangkit dari kegagalan.<\/p>\n\n\n\nSelain itu, seminar juga menekankan pentingnya memutus stigma terhadap gangguan mental agar remaja tidak takut mencari bantuan profesional.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami ingin para pemuda menjadi agen perubahan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Mencari bantuan bukan tanda kelemahan, tapi kekuatan,\u201d pesannya<\/p>\n\n\n\nIa pun menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, panitia, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.<\/p>\n\n\n\n\u201cSemoga seminar ini menjadi investasi berharga bagi masa depan generasi muda Kalimantan Selatan,\u201d pungkasnya. MC Kalsel\/tgh<\/p>\n\t\t\t<\/div>"