"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nGubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menghadiri Konferensi Nasional ke-11 Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Tahun 2025 yang digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Kamis (23\/10\/2025).<\/p>\n\n\n\nKonferensi nasional ini mengusung tema \u201cPenguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Indonesia Emas\u201d dan diikuti oleh para akademisi, peneliti, ahli, profesional, praktisi, serta pengambil kebijakan dari berbagai lembaga penelitian, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan instansi pemerintahan.<\/p>\n\n\n\nDalam sambutannya, Ariadi Noor menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan memerlukan komitmen kolektif dari seluruh pihak.<\/p>\n\n\n\nPemerintah Provinsi Kalsel sendiri telah menunjukkan langkah nyata melalui berbagai inovasi kebijakan, salah satunya dengan pengembangan aplikasi e-Optima TJSLP, sebuah instrumen penguatan tata kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP\/CSR) berbasis spasial.<\/p>\n\n\n\n\u201cAplikasi ini memfasilitasi perencanaan, pelaporan, dan evaluasi program TJSLP secara lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nIa juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang secara rutin melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program CSR di berbagai perusahaan di daerah tersebut.<\/p>\n\n\n\nLangkah ini dinilai penting untuk memastikan implementasi program CSR berjalan sesuai regulasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n\u201cHal ini penting, karena menjamin bahwa implementasi program sesuai dengan regulasi dan memberikan dampak maksimal kepada masyarakat,\u201d ujar Ariadi.<\/p>\n\n\n\nLebih lanjut, Ariadi menekankan bahwa Kalimantan Selatan telah memiliki fondasi kuat dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam proses pembangunan.<\/p>\n\n\n\nKolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi dan ekologi di daerah.<\/p>\n\n\n\n\u201cKonferensi PKM-CSR 2025 ini menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat dampak positif program pengabdian kepada masyarakat serta CSR di daerah,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\nSejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, sinergi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Pemerintah daerah pun aktif mendorong kemitraan publik-swasta-masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami berharap dana tanggung jawab sosial perusahaan dapat disinergikan dengan program pembangunan pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur kecil, pelatihan keterampilan, konservasi ekologis, maupun pengembangan ekonomi hijau. Sinergi ini penting untuk mencapai efisiensi anggaran dan efektivitas dampak di lapangan,\u201d tutur Ariadi.<\/p>\n\n\n\nIa juga menegaskan bahwa program CSR sebaiknya tidak bersifat seremonial atau temporer, melainkan menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.<\/p>\n\n\n\n\u201cMelalui konferensi ini, kami berharap program CSR di Kalimantan Selatan dan secara nasional dapat semakin selaras dengan RPJMD Kalsel dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang akan menjadi daya ungkit bagi percepatan pembangunan daerah,\u201d pungkasnya. MC Kalsel\/dam<\/p>\n\t\t\t<\/div>"