"\n\t\t\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nLaboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan dari Tim Visitasi Kementerian Kesehatan dalam rangka pengembangan layanan Newborn Screening atau Skrining Bayi Baru Lahir. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses penilaian dan pembinaan untuk menjadikan laboratorium ini sebagai calon Laboratorium Perujukan Pemeriksaan Bayi Baru Lahir di wilayah Kalimantan Selatan.<\/p>\n\n\n\nPlt. Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Arlan Prabowo, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan dan dukungan dari Kementerian Kesehatan.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami menyadari bahwa visitasi ini merupakan tahapan penting, tidak hanya sebagai bentuk penilaian, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan arahan, masukan, dan pembinaan agar laboratorium kami dapat memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan,\u201d ungkap Arlan di Banjarmasin, Kamis (28\/8\/2025).<\/p>\n\n\n\nLebih lanjut, Arlan menegaskan bahwa Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan berbagai aspek teknis dan manajerial guna mendukung layanan Newborn Screening.<\/p>\n\n\n\n\u201cKami sudah memiliki ruangan pemeriksaan di Laboratorium Imunosierologi, dilengkapi peralatan yang memadai untuk tiga parameter: hipotiroid kongenital, hiperplasia adrenal kongenital, dan defisiensi G6PD. Tim kami juga sudah lengkap, terdiri dari dokter spesialis patologi klinik, analis laboratorium, tenaga IT, dan didukung oleh dokter konsultan anak,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nLaboratorium juga telah membangun jejaring koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi serta Dinas Kesehatan di 13 kabupaten\/kota di Kalimantan Selatan. Nantinya, sampel dari seluruh wilayah tersebut akan dikirimkan untuk diperiksa di laboratorium ini.<\/p>\n\n\n\nVisitasi ini sejalan dengan amanah Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 dan Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang mengamanatkan pelayanan kesehatan anak secara komprehensif, mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.<\/p>\n\n\n\n\u201cUpaya penurunan angka kematian anak dalam mencapai target SDGs harus diiringi dengan peningkatan kualitas hidup anak. Salah satu caranya adalah melalui deteksi dini, bahkan sejak bayi baru lahir, melalui screening,\u201d terang Arlan.<\/p>\n\n\n\nSkrining bayi baru lahir merupakan langkah preventif penting dengan tujuan untuk mendeteksi kelainan bawaan sedini mungkin sebelum gejala klinis muncul. Intervensi dini ini diharapkan mampu mencegah kecacatan dan kematian bayi, serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya mencetak generasi bangsa yang berkualitas.<\/p>\n\n\n\nMeski demikian, Arlan menyebut masih ada tantangan yang dihadapi, seperti pengadaan reagen dan bahan habis pakai yang belum dianggarkan melalui APBD. Saat ini, laboratorium masih mengandalkan dana BLUD. Namun, pihaknya berharap kebutuhan tersebut bisa masuk dalam penganggaran APBD tahun mendatang, mengingat skrining bayi baru lahir telah menjadi program wajib nasional dan syarat penting dalam layanan BPJS Kesehatan.<\/p>\n\n\n\n\u201cHarapan kami, Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan bisa segera mendapat izin sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan bayi baru lahir. Dengan begitu, akses pelayanan bisa lebih dekat, cepat, dan berkualitas. Bayi-bayi di Kalimantan Selatan tidak perlu lagi menunggu hasil dari luar pulau,\u201d pungkas Arlan.<\/p>\n\n\n\nLaboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan optimistis dapat memenuhi seluruh persyaratan dan siap menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan layanan kesehatan anak di Indonesia. MC Kalsel\/scw<\/p>\n\t\t\t<\/div>\r\n\r\nsumber : diskominfomc.kalselprov.go.id"