"\n<\/figure>\n\n\n\n<\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\nMalam Anugerah Kebudayaan dan Pergelaran Kuda Gipang hadir memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu (27\/8\/2025). <\/p>\n\n\n\nAcara ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah apresiasi bagi para pelestari budaya Banua serta ikhtiar mengangkat tradisi leluhur menuju pengakuan dunia melalui Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.<\/p>\n\n\n\nKegiatan yang digelar di Banjarmasin tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Galuh Tantri Narindra. Dalam kesempatan itu, Wagub bersama Kepala Disdikbud menyerahkan Anugerah Kesenian dan Kebudayaan kepada puluhan seniman dan budayawan dari 13 kabupaten\/kota di Kalimantan Selatan.<\/p>\n\n\n\nUsai kegiatan, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Malam Anugerah Kebudayaan. Menurutnya, acara ini menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan identitas Banua melalui kesenian dan kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n\u201cTidak hanya sebagai identitas daerah, kesenian dan kebudayaan juga menjadi media pemersatu masyarakat Kalsel agar lebih dikenal baik secara nasional maupun internasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\nHasnuryadi berharap kegiatan ini mampu memicu semangat generasi muda untuk terus melestarikan seni dan budaya Banua, khususnya Kuda Gipang yang kini sedang diusulkan sebagai kesenian asli Kalimantan Selatan.<\/p>\n\n\n\n\u201cSemoga generasi selanjutnya terus melestarikan kesenian ini sebagai identitas daerah kita. Melalui seni dan budaya, mari kita satukan semangat pengabdian kepada Banua dan bangsa Indonesia,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\nSementara itu, Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengusulkan Tari Kuda Gipang sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ke UNESCO. Menurutnya, langkah ini penting agar kesenian tersebut tidak diklaim negara lain.<\/p>\n\n\n\n\u201cSupaya tidak diambil pihak lain, kita harus cepat mendata dan mempromosikan Kuda Gipang, baik melalui pergelaran maupun sebagai pengiring acara resmi,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\nSelain Kuda Gipang, Disdikbud Kalsel juga berencana mengusulkan kesenian berpantun ke UNESCO. \u201cKe depan, kita akan mengidentifikasi lagi warisan budaya tak benda di Kalsel agar dapat diakui secara internasional,\u201d tambah Galuh Tantri.<\/p>\n\n\n\nIa juga menegaskan komitmen untuk mengenalkan warisan budaya Banua di lingkungan sekolah agar generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya asli daerahnya.<\/p>\n\n\n\nDi sisi lain, Helman, budayawan sekaligus jurnalis yang menerima Anugerah Kebudayaan kategori Promosi, Seremonial, dan Diplomasi Kebudayaan, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterima.<\/p>\n\n\n\n\u201cAnugerah ini menjadi penyemangat bagi seniman dan budayawan Kalsel untuk terus berkarya melestarikan budaya luhur serta mengharumkan nama Banua di kancah nasional maupun internasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\nHelman berharap Tari Kuda Gipang segera mendapat pengakuan UNESCO, sebagaimana Geopark Meratus, sekaligus membuka jalan bagi kesenian Kalsel lainnya agar lebih dikenal dunia. MC Kalsel\/Jml<\/p>\nThe post Malam Anugerah Kebudayaan Warnai Hari Jadi ke-75 Kalsel, Kuda Gipang Didorong ke UNESCO appeared first on Media Center Provinsi Kalimantan Selatan.<\/p>\r\n\r\nsumber : diskominfomc.kalselprov.go.id"